Subscribe

Minggu, 19 Juli 2009

Faktor yg Mempengaruhi Membaca



Nama : SURYA HADIDI
E-mail : surya_hadidi@yahoo.com
Friendster : uya_so7@ymail.com
NB : Wajib tinggalkan pesan di halaman paling bawah
About Me






BAB I
PENDAHULUAN

Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, baik membaca permulaan maupun membaca lanjut (membaca pemahaman). Faktor-faktor yang mempengaruhi membaca permulaan menurut Lamb dan Arnold (1976) ialah :
- Faktor fisiologis
- Faktor intelektual
- Faktor lingkungan
- Faktor psikologis
Dari keempat faktor diatas dapat kita pahami bahwa dalam melatih anak membaca kita harus memiliki aturan-aturan yang harus kita laksanakan agar anak lebih mudah dalam membaca dan mereka mau membaca tanpa disuruh lagi.
Membaca pada hakekatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banak hal, tidak hanya melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Oleh karena itu haruslah kita mempelajarinya dengan teliti dan hati-hati serta dengan pemahaman yang baik pula.














BAB II
PEMBAHASAN

A. Faktor fisiologis
Faktor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Beberapa ahli mengatakan bahwa keterbatasan neurologis (misalnya berbagai cacat otak ) dan kekurang matangan berbagai fisik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan anak gagal dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman mereka.

Gangguan pada alat bicara, alat pendengaran, dan alat penglihatan bisa memperlambat kemajuan belajar membaca anak. Analisis bunyi misalnya,mungkin sukar bagi anak yang mempunyai masalah pada alat bicara dan alat pendengaran. Sebaiknya, anak-anak diperiksa matanya terlebih dahulu sebelum ia mulai membaca permulaan (Lamb dan Arnold )

B. Faktor Intelektual
Istilah intelegensi didefenisikan oleh Heinz sebagai suatu kegiatan berpikir yang terdiri dari pemahaman yang esensial tentang situasi yang diberikan dan meresponnnya dengan tepat (paga dkk.1980)
Wechster (dalam Harris dan Sipay, 1980) mengemukakan Inteligensi ialah kemampuan global individu untuk bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir rasional, dan berbuat secara epektif terhadap lingkungan. Secara umum, intelegensi anak tidak sepenuhnya mempengaruhi berhasil atau tidaknya anak dalam membaca permulaan.

C. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan mencakup :
1. Latar belakang sosisal dan pengalaman anak dirumah
Lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap, nilai, dan kemampuan bahasa anak. Rubin (1993) mengemukakan bahwa orang tua yang hangat, demokratis, bisa mengarahkan anak-anak mereka pada kegiatan yang berorientasi pendidikan, suka menantang anak untuk berpikir, dan suka mendorong anak mandiri merupakan orang tua yang memiliki sikap yang dibutuhkan anak sebagai persiapan yang baik untuk belajar disekolah. Jika orang tua gemar membaca, memiliki koleksi buku, menghargai membaca, dan senang membacakan cerita kepada anaknya mereka umum menghasilkan anak yang senang membaca.

2. Faktor sosial ekonomi
Faktor sosioekonmi,orang tua, dan lingkungan tetangga merupakan faktor yang membentuk lingkungan rumah siswa. Beberapa peneliti memperlihatkan bahwa status sosioekonomi siswa mempengaruhi kemampuan verbal siswa. Anak-anak yang berasal dari rumah yang memberikan banyak kesempatan membaca, dalam lingkungan yang penuh dengan bahan bacaan yang beragam akan mempunyai kemampuan membaca yang tinggi (crawley & Mountain, 1995)

D. Faktor Psikologis
Faktor lain yang juga mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca anak ialah faktor psiologis. Faktor ini mencakup motivasi, minat, kematangan social, emosi, dan penyesuaian diri.

1. Motivasi
Motivasi adalah kunci dalam belajar membaca. Eanes (1997) mengemukakan bahwa kunci motivasi itu sederhana, tetapi tidak mudah untuk mencapainya. Crawley dan mountain(1997) mengemukakan bahwa motivasi ialah sesuatu yang mendorong seseorang belajar atau melakukan suatu kegiatann. Menurut Frymer, ada lima cirri siswa yang mempunyai motivasi yang bisa diamatin oleh guru, yaitu :
a. persepsinya terhadap waktu: siswa menggunakan waktu secara realistis dan efisien; mereka sadar tentang masa sekarang,masa lalu, dan masa yang akan datang
b. keterbukaannya pada pengalaman:siswa termotivasi mencari dan terbuka pada pengalaman baru
c. konsepsinya tentang diri sendiri:siswa mempunyai konsepsi diri yang lebih jelas dibandingkan dengan siswa yang tidak termotivasi dan merasa seolah-olah dirinya orang penting dan berharga
d. Nilai-nilai:siswa cenderung menilai hal-hal yang abstrak dan teoritis
e. Toleransi dan ambiguitas:siswa lebih tertarik pada hal-hal yang kurang jelas dan yang belum diketahui,tetapi berharga untuk mereka.
2. Minat
Frymeir (dalam Crawley dan Mountain, 1995) mengidentifikasi tujuh faktor yang mempengaruhi perkembangan minat anak. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut :
a. Pengalaman sebelumnya;
b. Konsepsinya tentang diri;
c. Nilai-nilai;
d. Mata pelajaran yang bermakna;
e. Kekompleksitasan materi pelajaran;

3. Kematangan Sosio dan Emosi serta Penyesuaian Diri
Ada tiga aspek kematangan emosi dan social, yaitu :
1) Stabilitas emosi
2) Kepercayaan diri
3) Kemampuan berpatisipasi dalam kelompok.










BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Faktor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Wechster (dalam Harris dan Sipay, 1980)mengemukakan Inteligensi ialah kemampuan global individu untuk bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir rasional, dan berbuat secara epektif terhadap lingkungan. Faktor lingkungan mencakup latar belakang sosisal dan pengalaman anak dirumah dan faktor sosial ekonomi. Sedangkan faktor psikologis mencakup motivasi, minat, kematangan social, emosi, dan penyesuaian diri.





















Daftar Rujukan

Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta:PT. Bumi Aksara


0 komentar: